Ibnu Nafis melakukan telaah terhadap buku-buku karya Ibnu Sina yang berjudul Qanun fi al-Tibb.Ia menambahkan beberapa pengelompokan dan menambahkan teori sirkulasi udara ciptaannya dalam buku The Lesser of Pulmonary Circulation of the Blood. Ia juga Ibnu Nafis menemukan kejanggalan pada teori Galen tentang peredaran darah di dalam tubuh manusia. Teori tersebut menjelaskan bahwa darah mengalir dari bilik kanan jantung ke bilik kiri jantung melalui pori-pori yang terdapat pada katup jantung.Sebaliknya, Ibnu Nafis meyakini “Bahwa darah yang berasal dari bilik kanan jantung pasti mengalir ke bilik kiri jantung, namun tidak ada penghubung antara kedua bilik tersebut. Katup jantung tidak berlubang dan berpori sama sekali. Selain itu, Ibnu Nafis juga menambahkan bahwa darah dari bilik kanan jantung mengalir melalui pembuluh arteri ke paru-paru. Proses selanjutnya adalah darah tersebut bercampur dengan udara dan mengalir melalui pembuluh vena ke bilik kiri jantung”.
Ibnu Nafis menemukan pembuluh darah pada rambut(Capillaries), yaitu tempat penampungan darah yang cukup tinggi dan banding lembut. Dalam menjalankan profesinya sebagai dokter, Ibnu Nafis lebih menekankan pengobatan penyakit dengan memperbaiki asupan makanan. Ia menghindari obat masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak.
Ketika sakit parah,Ibnu Nafis menolak minum arak yang dklaim dapat membantu menyembuhkan penyakitnya. Ia tidak mau menghadap Allah dalam keadaan mulut berbau arak. Masya Allah.
Beberapa karya ilmiah adalah :
1.Syarh Tasyrih al-Qanun(Commentary on the Anatomy of Canon of Avicenna)membahas tentang anatomi.Dalam buku ini, Ibnu an-Nafis menyebutkan beberapa kesalahan Ibnu Sina. Salah satu dari hasil pengamatannya adalah penemuan dua pembuluh darah di dalam tubuh manusia, yaitu pembuluh darah arteri dan pembuluh darah vena,
2.Al-Mujaz fi ath-Thib yang merupakan ringkasan dari buku al-Qanun Karya Ibnu Sina. Ibnu Nafis membagi buku ini menjadi empat bagian, yaitu kaidah-kaidah kedokteran(teori dan praktik), makanan dan obat-obatan, Penyakit organ tubuh serta penyakit yang sering menjangkiti organ tubuh,
3.Sharh Mufradat al-Qanun,
4.Al- Muhdzib Fi al-Kuhl
5.Tafsir al-'Illal wa Asbab al-Amradh,
6.Al Mukhtar min al-Aghdziah,
7. Mausu'ah asy-Syamil fi ath-Thib,
8.Al-Shamil fi al-Thib,
9. Muhtasar fi 'ilm uṣūl al-ḥadīt̲(Kopendium über die Wissenschaft von den Grundlagen des Hadit)
Beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa Ibnu Nafis wafat pada tahun 678 H(1288 M) dan ada juga yang mengatakan ia wafat pada tahun 696 H( 1297 M)pada usia antara 78-87 tahun.
Tahukah kamu?
Semangat belajar Ibnu Nafis tidak pernah pudar. Meskipun telah
menjadi dokter dan direktur rumah sakit, Ibnu Nafis terus
mengadakan berbagai penelitian. Ia pun rajin beribadah kepada Allah
dan memohon agar diberi kemampuan untuk mengembangkan.
ilmunya.
4
Laman:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11